Selasa, Juni 25, 2013

mengambil pengalaman berharga dari film soul surfer

Alhamdulillah, akhirnya sempet juga mampir kesini, membuka kembali blog yang udah lama jarang kesentuh. alasan apapun bisa dibikin, difikirin, dikira-kira atau alasan klasik. yang jelas, kangen banget pengen nulis lagi disni.
ehm... pengen banget nulis resensi sebuah film yang sangat aspiratif khususnya buat saya, semoga dapat diambil juga manfaatnya oleh siapapun yang mampir kesini, semoga dirahmadi Allah SWT, amien y.r.a.

Film dari Amerika yang mengisahkan kisah nyata dari hidup seorang peselancar dari Hawaii, yang dirilis sekitar tahun 2011 ini pernah saya tonton beberapa kali, tapi gak pernah sampe abis, tapi sore tadi baru sadar bahwa ending dari film ini sangat menggugah -dalem-banget. terutama saat tokoh utamanya mengatakan bahwa (kurang lebih) dia bisa merangkul lebih banyak orang daripada saat dia memiliki dua lengan.

Plot cerita
Film ini mengisahkan tentang seorang gadis bernama Bethany Hamilton, gadis peselancar (surfer) yang terlahir dari keluarga peselancar.  Malam sebelum perayaan Thanks giving di daerahnya, dia pergi berselancar dengan keluarga sahabatnya, Alana. Pada saat dia sedang berbaring diatas papannya di atas air, dan menggantungkan tangannya ke dalam air, tiba-tiba seekor ikan hiu tiba-tiba muncul dan menggigit dengan sadis lengan itu sampai putus-tus-tus-tus dekat pundaknya. Meskipun sangat menegangkan, tapi semuanya berjalan dengan baik, dan Bethany pun selamat meski harus kehilangan lengan kirinya.
Meskipun dia cacat, dia tidak putus asa, dia tetap ingin kembali ke air, sebagai surfer. dia menolak pemberian lengan palsu dari sponsornya, dia pun tetap ingin diperlakukan seperti dia sebelumnya, dia tidak ingin dianggap sebagai orang sakit, dia ingin keberadaannya tidak membebani keluarganya. Hebatnya lagi, seluruh keluarga dan teman-temannya sangat mendukung dan tidak ada yang meremehkannya. 
Sehingga makin kuat dan percaya dirilah dia dalam mengarungi hidup barunya itu.
Sampai pada suatu saat dia memutuskan untuk ikut dalam kompetisi selancar. Dia dengan tegas menolak tawaran juri yang akan memberinya waktu tambahan 5menit untuk mendahului peserta lain masuk garis air. Walau pada akhir kompetisi dia harus kehilangan keseimbangan ketika diterjang ombak hingga papannya terbelah, dan kalah pada kompetisi ini. Dia kecewa dan memutuskan untuk berhenti berselancar.
Bethany ikut serta menjadi relawan tsunami di Phuket, Thailand. Melihat dampak dari bencana alam tersebut, banyak hal yang didapat olehnya, dia memaklumi betapa orang-orang menjadi trauma dan takut dengan air karena tsunami itu, betapa banyaknya orang yang lebih menderita dari pada dia, dia bersyukur dia masih hidup dalam serangan hiu itu. Dia menyadari bahwa Tuhan tidak merencanakan semuanya secara misterius, tapi dengan cinta.
Sepulangnya ke rumah, dia kaget melihat begitu banyak surat dari penggemarnya dari berbagai negara. Setelah membaca beberapa surat yang diterimanya, dia menyadari, bahwa dia bisa mengilhami banyak orang dengan kekurangannya. Akhirnya dia memutuskan untuk berselancar dan mengikuti kompetisi lagi. Meskipun kali ini masih harus mengantongi juara ke-5, tapi dia mendapat "nilai" lebih dari semangat perjuangannya diata ombak pipa yang dijalaninya. Dia tidak kecewa dan tetap bersemangat.
Kemudian, Bethany membiarkan reporter mewawancarainya. Ada yang bertanya apa yang akan dilakukannya seandainya ia tidak kehilangan lengannya, Bethany menjawab ia tetap memilih kehilangan lengan, karena dengan itu sekarang ia dapat merangkul lebih banyak orang daripada dengan dua lengan. Film itu diakhiri dengan video asli Bethany berselancar setelah serangan ikan hiu itu. Juga ditayangkan video wawancara dan penampilan khusus yang dilakukannya. TAMAT.

So temans. semoga cerita yang saya share disini bisa juga mengilhami hidup kita. Apapun kekurangan yang kita miliki, sebenarnya  kita masih memiliki hal lain yang lebih besar, yang bisa kita lakukan untuk kita dan orang-orang terdekat kita.

Wassalam. bunda Ranacha.

0 comments:

d'most fav web

Copyright @ 2013 yanti.